
Belajar pemrograman itu terkadang gampang-gampang susah, kadang
juga susah-susah gampang, kadang juga susah-susah-susah gampang dan
terkadang juga susah-susah-susah-susah nggak gampang. Ya begitulah
belajar pemrograman. Ada susahnya dan ada gampangnya. Walaupun terkadang
prosentase susahnya lebih banyak dari pada gampangnya. Buat Kamu yang
pernah belajar pemrograman atau sedang belajar pemrograman pasti pernah
ngerasain itu.
Beberapa waktu yang lalu Nyankod mengadakan survey online tentang “kesulitan yang dihadapi saat belajar pemrograman“. Hingga saat artikel ini ditulis telah ada 181 responden yang membantu mengisi survey. Dan pada kesempatan kali ini CodePolitan akan menampilkan hasil survey tersebut kepada para Nyankoders sekalian.
Dari 6 pertanyaan dari Survey Nyankod tersebut, akan kami coba tampilkan 3 point inti dari Survey tersebut. Adapun penampakannya adalah sebagai berikut:

Dari pertanyaan tersebut, Kami mencoba mencari tahu bagaimana Nyankoders menyelesaikan masalah codingnya jika terjadi sebuah error yang belum diketahuinya. Terlihat warna merah yang begitu mencolok dengan prosentase sangat tinggi, yaitu 77% akan mencari jawabannya sendiri di internet melalui mesin pencari.
Dan ternyata di luar perkiraan justru bertanya di forum pemrograman berada di urutan ke-3 dengan hanya mendapat 4% suara, kalah banyak dari bertanya langsung kepada yang lebih ahli.

Untuk pertanyaan nomor 4, ternyata memiliki hasil yang sangat beragam. Dan tidak ada opsi yang terlalu mendominasi. Itu karena setiap orang memiliki masalah yang berbeda-beda, dan sifatnya subjektif.
Jika kita lihat dari gambar di atas, ternyata paling tidak ada 3 masalah utama yang menjadi tantangan terbesar ketika belajar pemrograman, yaitu algoritma, tidak ada mentor dan syntax.

Yang menarik perhatian kami adalah pertanyaan nomor 5, tentang keaktifan para penggiat code di forum. Ternyata data menunjukan bahwa para penggiat code di Indonesia masih banyak yang tidak aktif di forum pemrograman, ada 34%, dan itu merupakan angka yang besar. Kita mungkin punya banyak programmer di negara ini, tapi minat berbagi kita yang masih belum terlalu besar.
Bagi teman-teman yang belum mengisi survey, temen-temen juga masih bisa mengisinya di sini. Kedepannya kami akan mencoba membuat polling tentang bahasa pemrograman apa yang paling disukai oleh Nyankoders. Tunggu saja ya :D
(Sumber gambar cover: http://www.retail-digital.com)
Beberapa waktu yang lalu Nyankod mengadakan survey online tentang “kesulitan yang dihadapi saat belajar pemrograman“. Hingga saat artikel ini ditulis telah ada 181 responden yang membantu mengisi survey. Dan pada kesempatan kali ini CodePolitan akan menampilkan hasil survey tersebut kepada para Nyankoders sekalian.
Dari 6 pertanyaan dari Survey Nyankod tersebut, akan kami coba tampilkan 3 point inti dari Survey tersebut. Adapun penampakannya adalah sebagai berikut:
Dari pertanyaan tersebut, Kami mencoba mencari tahu bagaimana Nyankoders menyelesaikan masalah codingnya jika terjadi sebuah error yang belum diketahuinya. Terlihat warna merah yang begitu mencolok dengan prosentase sangat tinggi, yaitu 77% akan mencari jawabannya sendiri di internet melalui mesin pencari.
Dan ternyata di luar perkiraan justru bertanya di forum pemrograman berada di urutan ke-3 dengan hanya mendapat 4% suara, kalah banyak dari bertanya langsung kepada yang lebih ahli.
Untuk pertanyaan nomor 4, ternyata memiliki hasil yang sangat beragam. Dan tidak ada opsi yang terlalu mendominasi. Itu karena setiap orang memiliki masalah yang berbeda-beda, dan sifatnya subjektif.
Jika kita lihat dari gambar di atas, ternyata paling tidak ada 3 masalah utama yang menjadi tantangan terbesar ketika belajar pemrograman, yaitu algoritma, tidak ada mentor dan syntax.
Yang menarik perhatian kami adalah pertanyaan nomor 5, tentang keaktifan para penggiat code di forum. Ternyata data menunjukan bahwa para penggiat code di Indonesia masih banyak yang tidak aktif di forum pemrograman, ada 34%, dan itu merupakan angka yang besar. Kita mungkin punya banyak programmer di negara ini, tapi minat berbagi kita yang masih belum terlalu besar.
Bagi teman-teman yang belum mengisi survey, temen-temen juga masih bisa mengisinya di sini. Kedepannya kami akan mencoba membuat polling tentang bahasa pemrograman apa yang paling disukai oleh Nyankoders. Tunggu saja ya :D
(Sumber gambar cover: http://www.retail-digital.com)

0 komentar: